02 January 2014

Perbedaan Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif

Perbedaan Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif - Perbedaan mendasar dari metode penelitian kuantitatif dengan metode penelitian kualitatif yaitu terletak pada strategi dasar penelitiannya. Penelitian kuantitatif dipandang sebagai sesuatu yang bersifat konfirmasi dan deduktif, sedangkan penelitian kualitatif bersifat eksploratoris dan induktif. Bersifat konfirmasi disebabkan karena metode penelitian kuantitatif ini bersifat menguji hipotesis dari suatu teori yang telah ada. Penelitian bersifat mengkonfirmasi antara teori dengan kenyataan yang ada dengan mendasarkan pada data ilmiah dalam bentuk angka. Penarikan kesimpulan bersifat deduktif yaitu dari sesuatu yang bersifat umu ke sesuatu yang bersifat khusus. Hal ini berangkat dari teori-teori yang membangunnya.

Menurut Prof Dr. Sugiono Perbedaan Antara Metode Penelitian Kuantitatif dengan Metode Penelitian Kualitatif meliputi tiga hal, yaitu perbedaan tentang aksioma, proses penelitian, dan karakteristik penelitian.

1.    Perbedaan Aksioma
Perbedaan aksioma adalah perbedaan pandangan dasar. Aksioma Penelitian kuantitatif dan kualitatif meliputi aksioma tentang realitas, hubungan peneliti dengan yang diteliti, hubungan variabel, kemungkinan generalisasi dan peranan nilai. Untuk lebih jelasnya tentang Perbedaan Aksioma tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Aksioma
Metode Kuantitatif
Metode Kualitatif
Sifat Realitas
Dapat diklasifikasikan, Konkrit, teramati, terukur
Ganda, Holistik, dinamis, hasil  konstruksi dan pemahaman
Hubungan peneliti dengan yang diteliti
Sebab-akibat (kausal)
Timbal balik
Kemungkinan Generalisasi
Cenderung membuat generalisasi
Transferability (hanya mungkin dalam ikatan konteks dan waktu)
Peranan nilai
Cenderung bebas nilai
Terika nilai-nilai yang dibawa peneliti dan sumber data

a)    Hubungan Peneliti dengan yang diteliti
Dalam penelitian kuantitaf hubungan antra peneliti dengan yang diteliti bersifat independen. Dengan menggunakan angket maka peneliti hampir tidak mengenal siapa yang diteliti atau responden yang memberikan data
Sedangkan penelitian kualitatif teknik pengumpulan data yang digunakan observasi dan wawancara maka peneliti harus mengenal betul siapa yang diteliti.

b)    Hubungan Antara Variabel
Peneliti kuantitaf dalam melihat variabel terhadap obyek yang diteliti lebih bersifat sebab akibat, sehingga dalam penelitiannya ada variabel independen dan dependen. Dari variabel tersebut selanjutnya dicari seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen.

Dalam penelitian kualitatif bersifat holistik dan menekankan pada proses, maka penelitian kualitatif melihat hubungan variabel pada obyek yang diteliti lebih bersifat interaktif yaitu saling mempengaruhi.

c)    Kemungkinan Generalisasi
Pada umumnya peneliti kuantitatif lebih menekankan pada keluasan informasi (bukan kejelasan) sehingga metode ini cocok digunakan untuk populasi yahng luas dengan variabel yang terbatas. Data yang diteliti adalah data sampel yang diambil dari populasi dengan teknik random.

Penelitian kualitatif tidak menggunaka generalisasi tetapi lebih menekankan pada kedalaman informasi sehingga sampai pada tingkat makna.

d)    Peranan Nilai
Dalam penelitian kuantitatif, peneliti tidak berinteraksi dengan sumber data, maka akan terbebas dari nilai-nilai yang dibawa peneliti karena bersifat bebas nilai, jadi peneliti menjaga jarak agar data yang diperoleh obyektif.

Peneliti kualitatif dalam melakukan pengumpulan data terjadi interaksi antara peneliti dengan yang diteliti. Dalam interaksi inti baik peneliti maupun yang diteliti memiliki latar belakang, pandangan, keyakinan, nilai-nilai, kepentingan, dan persepsi yang berbeda-beda sehingga dalam pengumpulan data, analisis, dan pembuatan laporan akan terikat oleh nilai masing-masing.

2.    Proses Penelitian
Penelitian kuantitatif bertolak dari studi pendahuluan dari obyek yang diteliti. Masalah harus digali melalui membaca berbagai referensi. Selanjutnya masalah dirumuskan secara spesifik. Untuk menjawab masalah yang bersifat sementara (hipotesis) maka, peneliti dapat membaca referensi teoritis yang relevan. Kemudian untuk menguji hipotesis peneliti dapat memilih metode/strategi/pendekatan/desain penelitian yang sesuai. Setelah metode penelitian yang sesuai dipilih maka peneliti dapat menyusun instrumen penelitian. Dan hendaknya instrumen penelitian terlebih dahulu diuji validitas dan realiabilitasnya.

Pengumpulan data pada penelitian kuantitaf dilakukan pada objek tertentu baik populasi mapun sampel. Jika peneliti akan membuat generalisasi terhadap semuanya, maka sampel yang diambil harus respensif (mewakili). Setelah data terkumpul, selanjutnya dianalisi untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis. Dalam analisis akan ditemukan apakah hipotesis ditolak atau diterima atau apakah penemuan itu sesuai dengan hipotesis yang diajukan atau tidak. Kesimpulannya berdasarkan metode penelitian kuantitatif maka penelitian ini bersifat linear, dimana langkah-langkahnya jelas, mulai dari rumusan masalah, berteori, berhipotesis, pengumpulan data, analis data, serta kesimpulan dan saran.

Sedangkan proses penelitian kualitatif adalah penelitian yang belum memiliki masalah, atau keinginan yang jalas, tetapi dapat langsung memasuki lapangan/objek penelitian. Setelah memasuki objek penelitian tahap awal peneliti kualitatif akan melihat segala sesuatu yang ada ditempat itu, masih bersifat umum. Baru ketika pada proses penelitian tahap kedua yang disebut sebagai tahap reduksi/fokus, peneliti akan memilih mana data yang menarik, penting, berguna, dan baru. Selanjutnya dikelompokan menjadi berbagai kategori yang ditetapkan sebagai fokus penelitian. Tahap selanjutnya atau tahap ketiga dalam penelitian kualitatif adalah tahap selection. Pada tahap ini peneliti menguraikan fokus menjadi lebih rinci. Kemudian peneliti melakukan analis yang mendalam terhadap data dan informasi yang diperoleh, maka selanjutnya peneliti dapat menemukan tema dengan cara mengkonstruksikan data yang diperoleh menjadi sebuah pengetahuan, hipotesis atau ilmu yang baru.

Hasil akhir dari penelitian kualitatif ini bukan hanya sekedar menghasilkan data atau informasi seperti yang sulit dicari halnya pada metode penelitian kuantitatif, tetapi juga harus mampu menghasilkan informasi-informasi yang bermakna, bahkan hipotesis atau ilmu baru yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi masalah dan meningkatkan taraf hidup manusia.

3.      Karakteristik Penelitian
Perbedaan Metode Kuantitatif Metode Kualitatif
Desain Spesifik, Jelas, Rinci
Ditentukan secara mantap sejak awal
Menjadi Pegangan langkah demi langkah
Umum
Fleksibel
Berkembang dan muncul dalam proses penelitian
Tujuan Menemukan hubungan antar variabel
Menguji teori
Mencari generalisasi yang mempunyai nilai prediktif
Menemukan pola hubungan yang bersifat interaktif
Menemukan Teori
Menggambarkan relitas yang komplek
Memperoleh pemahaman makna
Teknik Pengumpulan Data Kuisioner
Observasi dan wawancara terstruktur
Participant observation
In depth interview
Dokumentasi
Tringulasi
Instrument Penelitian Test, Angket, Wawancara Terstruktur
Instrumen yang telah terstandar
Peneliti sebagai instrumen
Buku Catatan, Tape Recorder, Kamera, dll
Data Kuantitatif
Hasil Pengukuran variabel yang dioperasionalkan dengan menggunakan instrumen
Deskriptif kualitatif
Dokumen pribadi, catatan lapangan, ucapan dan tindakan responden, dll
Sampel Besar
Representatif
Sedapat mungkin random
Ditentukan sejak awal
Kecil
Tidak representatif
Purposive, soeball
Berkembang selama proses penelitian
Analisis Setelah selesai pengumpulan data
Deduktif
Menggunakan statistic untuk menguji hipotesis
Terus menerus sejak awal sampai akhir penelitian
Induktif
Mencari pola, model, tema, teori
Hubungan dengan Responden Dibuat berjarak
Kedudukan peneliti lebih tinggi daripada responden
Jangka pendek sampa hipotesis dapat dibuktikan
Empati, akrab
Kedudukan sama
Jangka lama sampai ditemukan hipotesis/teori
Usulan Desain Luas dan rinci
Literatur yang berhubungan dengan variabel yang diteliti
Prosedur spesifik
Masalah dirumuskan dengan spesifik dan jelas
Hipotesis dirumuskan dengan jelas
Ditulis secara rinci dan jelas sebelum terjun ke lapangan
Singkat
Literatur yang digunakan bersifat sementara, tidak menjadi pegangan utama
Prosedur bersifat umum
Masalah bersifat sementara dan akan ditemukan setelah studi pendahuluan
Tidak dirumuskan hipotesis
Fokus penelitian diterapkan setelah ditetapkan setelah diperoleh data awal dari lapangan


0 komentar:

Post a Comment

Untuk Posting Komentar

 
Copyright ©  2014 Rumah Ipoen  |  Template by Blogspot tutorial